0 items Rp ,-
Buku Hindu
Berpunia

Login

Foto Kegiatan

Anggota Baru

  • I Kadek Nova Wibawa  Yasa
  • Kadek  Sukerta
  • Fajar Suryadiwiria
Total Anggota = 98 orang

Apa Kata Mereka

Wayan Lancar

Kami umat Hindu yang berada diluar Bali sangat membutuhkan buku-buku Agama..

Dudik Mahendra

Web BukuHindu.com seperti menemukan jarum di tumpukan jerami, sungguh memb..

Gede Mahardhika

Om Swastyastu, selamat dan sangat bagus. Dan akan lebih luar biasa, bila j..

Statistik Pengunjung


187883

Pengunjung hari ini : 113
Total pengunjung : 19010

Hits hari ini : 466
Total Hits : 187883

Pengunjung Online: 2



Agem-Ageman Pemangku
Drs. I Ketut Pasek Swastika
Harga Rp 24.000,-
Produk Kategori : Pengetahuan Agama
Dilihat : 111 Pengunjung
Jumlah Pembelian :  
Bookmark and Share

Details

JUDUL
Agem-Ageman Pemangku
PENULIS / PENERJEMAH
Drs. I Ketut Pasek Swastika
ISBN
-
JUMLAH HALAMAN
137
UKURAN BUKU
20.5cm x 13cm
TAHUN TERBIT
2010

DESKRIPSI

Om Swastyastu.
Om Awighnamastu

Dengan mengucap puja dan puji syukur, atas rakhmat Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan Bhatara Kawitan, penulis dapat menyusun buku yang di beri judul Agem-Ageman Pemangku yang merupakan bagian dari bentuk bhakti Yadnya dalam kaitan untuk ikut memberikan kontribusi kehadapan para pemerhati ajaran agama, Khusunya Hindu dan para Pemangku yang telah meraga Pinandita. Semoga apa yang ada tertulis menjadikan bahan pembanding saat "Nganteb" suatu upacara, khususnya Bhuta lan Dewa Yadnya.

Suatu kenyataan bahwa, dimasyarakat Hindu khususnya kesadaran akan pelaksanaan ajaran agama sangatlah memuaskan dalam artian dilihat dari kwantitas telah ramainya umat berduyun-duyun pergi tangkil ke pura-pura baik yang ada di Bali maupun yang ada di luar Bali. Namun dari segi kwalitas tidaklah dapat diukur berkwalitas atau tidaknya,. Sebab hal itu secara kasat mata tak dapat dilihat dan dirasakan terkecuali  oleh yang bersangkutan. Demikian juga halnya kesadaran akan penyucian diri umat banyak yang telah melaksanakan Pewintenan, khususnya pewintenan Saraswati. Secara sastra memang demikian adanya, sebab setiap umat manusia wajib untuk melaksanakan penyucian diri, khususnya pewintenan Saraswati. Secara sastra memang demikian adanya, sebab setiap umat manusia wajib untuk melaksanakan penyucian diri, khususnya pewintenan Saraswati. Hal ini didasarkan atas kesadaran diri untuk dapatnya melakukan pembelajaran diri khususnya membaca sastra-sastra suci terkait dengan ajaran Hindu.

Namun dilain kenyataan ada beberapa umat yang memperhatikan setiap kali mengikuti suatu ritual upacara pada suatu kesempatan dan tempat tertentu, baik di paumahan maupun pada suatu pura ada beberapa hal yang beda dalam pemujaan antara Pemangku yang satunya dengan lainnya dalam hal ini tergantung dari "kemampuan" secara  pribadi dari masing-masing pemangku penganteb tersebut. Suatu kenyataan dapat ditemukan bahwa adanya seorang pemangku di masyarakat oleh sebab berdasarkan "Pituduh" atau "Ditunjuk" langsung oleh beliau Yang Maha Kuasa, atau berdasarkan atas keturunan dan atau berdasarkan kemauan sendiri disamping atas pemilihan dari Krama Pengempon pada suatu Pura Kahyangan dan atau pada suatu Banjar/Desa Pakraman. Namun ada juga seorang Pemangku dalam pengetahuannya didapat dengan jalan belajar sendiri (otodidak) dan berdasarkan suatu Penataran atau lembaga Pendidikan. Hal inilah salah satu penyebab adanya suatu perbedaan dalam ucapan pengantebnya itu. Akan tetapi secara umum tidaklah beda, semuanya sama dengan tujuan menyampaikan dan memohon kehadapan-Nya tentang Kerahayuan dan Kedamaian suatu umat dan keadaan.

Terlepas dari semua yang disebutkan di atas, bersama ini penulis mencoba menyusun suatu Buku yang berisikan tentang Agem-Ageman Pemangku yang sudah jelas merasa angayu bagya dapat ikut dalam memberikan suatu acuan tuntunan bagi para pemangku dan pemerhati ajaran agama, khususnya Hindu. Semoga apa yang penulis sampaikan disini ada bermanfaat dan merupakan sebagai bahan pembanding dan acuan ke depan bagi para Pemangku saat "Nganteb" suatu upacara. Penulis sadar bahwa apa yang tersurat dan tersirat dalam buku ini bukanlah hal yang mutlak harus dipakai, penulis kembalikan kepada para Pemangku dan pembaca yang budiman untuk menelaahnya kembali. Penulispun yakin apa yang termuat dalam buku ini tidaklah sesempurna yang diharapkan, jelas jauh dari harapan. Untuk itu mohon maaf yang sebesar-besarnya dan kami harap penyempurnaan demi kebaikan dan kesempurnaan di kemudian hari, suksma.

Om Santih, Santih, Santih, Om


BIOGRAFI PENULIS

Mangku. Drs. I Ketut Pasek Swastika. Dilahirkan di Desa Baluk Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana Bali 25 Nopember 1960.

A.      Jenjang Pendidikan diawali pada :

1.       Sekolah Dasar No. 1 Baluk tamatan tahun 1973

2.       Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Negara tamat tahun 1976

3.       Sekolah Menengah Atas TP 45 Negara Angkatan Pertama hingga Klas II lalu pindah ke Sekolah Menengah Atas TP 45 Denpasar tamat tahun 1980

4.       Dilanjutkan dengan Universitas Udayana Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Singaraja Jurusan Pendidikan Luar Sekolah wisuda tahun 1985

B.      Pengalaman Kerja :

1.       Diawali sebagai Loper Koran Bali Post saat Sekolah Menengah Atas. Saat kuliah berhenti sebagai Loper Koran dan dilanjutkan kembali setlah selesai kuliah di FKIP UNUD Singaraja, saat sebagai Guru pada SMA TP. 45 Denpasar.

2.       Selanjutnya setelah menyelesaikan study di Perguruan Tinggi bekerja sebagai Sales pada Asuransi Jiwa Buana Putra tahun 1985-1988.

3.       Merangkap sebagai Guru pada Sekolah Menengah Atas TP 45 Denpasar sebagai Guru Bimbingan dan Penyuluhan/Bimbingan Karier tahun1986-1990.

4.       Disamping juga sebagai Dosen Honorer pada Universitas Ngurah Rai Klas Jauh di Negara tahun 1987-1989.

5.       Selanjutnya mulai tahun 1989 bekerja pada Lembaga Perhotelan, yaitu Legian Village Hotel di Legian Kuta sebagai Driver, selanjutnya sebagai Excecutive Housekeeping dan terakhir sebagai Personal Manager.

6.       Pada bulan Nopember 2006 mengajukan pengunduran diri, terhitung 1 Januari 2007 berhenti sebagai Karyawan pada Legian Village Hotel, serta memfokuskan diri sebagai Pinandita dan Penulis.

C.      Kepemangkuan diawali dengan :

1.       Pada Minggu 26 Desember 2004 melaksanakan Pawintenan Saraswati.

2.       Dan dilanjutkan dengan Pawintenan Pemangku pada 23 Juli 2005, di Pura Segara Pancer Pulo Merah Tawangulun Pesanggaran Banyuwangi Jatim.

D.      Menikah dengan Dra. Anak Agung Ayu Joni 26 Januari 1986 dan berputra dua orang yaitu :

1.       Gede Agung Ary Wisudiawan, S.Com (1987), dan

2.       Kadek Dyah Swasni Prambandita (1988).

E.       Alamat :

1.       Griya Pasek Kertha Taman Jati Baluk Negara Jembrana

2.       Ashram Sari Taman Beji Perumahan Canggu Permai Gang Nuri V Blok C II No. 46 Tibubeneng Kuta Utara Badung.

F.       Motto Hidup :

1.       Berguna bagi warga dan umat merupakan satu wujud Sradha Bhakti kehadapan Bhetara Kawitan dan Sang Hyang Widhi Wasa.

2.       Perjalanan ini panjang dan melelahkan, akan tetapi sungguh sangat indah dan menyenangkan. Daripada terlambat lebih baik berangkat lebih awal.

G.     Cita – cita Hidup :

1.       Sebagai Pemangku yang handal.

2.       Berkeinginan sebagai pemberi Pencerahan Umat lewat Dharma Wecana.