0 items Rp ,-
Buku Hindu
Berpunia


Foto Kegiatan

Anggota Baru

  • Ni Kadek Vivi Septianti
  • Ami  Cahyana
  • Hari Triandini
Total Anggota = 201 orang

Apa Kata Mereka

Sudarsana Igd

Suksma BukuHindu.com, Tiang sudah terima bukunya. sesuai namanya BukuHindu.co..

I Gst Ngurah Arya Wiratna

Sangat membantu Umat Hindu yang ada di luar Bali untuk mendapatkan buku-buku ..

I Putu Edi Mardika

Om Swastyastu, terima kasih dengan adanya website bukuhindu.com saya sangat m..

Statistik Pengunjung


045798

Pengunjung hari ini : 121
Total pengunjung : 5843

Hits hari ini : 982
Total Hits : 45798

Pengunjung Online: 4



Judul :
Yajna Sesa
Nama Pengarang :
Niken Tambang Raras
Harga :
Rp 14.000,-
Kategori :
Pengetahuan Agama
Dilihat :
154 Pengunjung
Jumlah Pembelian : 
 
Bookmark and Share
ISBN :
979-722-178-4
Jumlah Halaman :
36
Ukuran Buku :
14.5 x 20.5 cm
Tahun Terbit :
2005

Buku Lainnya

Deskripsi

Om Swastyastu,

Rencana untuk menerbitkan buku tentang Yadnya Sesa ini sebenarnya sudah lama sebenarnya sudah lama terpendam di benak penulis. Hal ini dilandasi dengan begitu banyaknya buku-buku Agama Hindu tersebar di mana-mana. dan diterbitkan oleh penerbit-penerbit ternama. Namun karena penulis ingin ikut meyadnya di tengan semarak dan kegairahan Umat Hindu menerapkan ajaran-ajaran agamanya, maka penulis memberanikan diri ikut berkecimpung dalam lautan sadhana spiritual di zaman kesejagatan ini.

Mudah-mudahan kehadiran buku ini bisa memberikan sedikit pencerahan dan setetes air yang menyejukkan di gurun pasir bagi yang sedang kehausan akan hal-hal yang berbau magis religius. Ida Sang Hyang Widhi Wasa adalah Maha Pengasih, Penyayang dan Pemurah. Kemurahan Beliau itu diwujudkan lewat sarana-prasarana serta fasilitas yang dinikmati oleh umat manusia. Lewat Sadhana (bhakti yang terus menerus), para margi berusaha untuk mendekatkan dirinya pada Kekuasaan Kosmis di alam semesta ini.

Yadnya Sesa (menghaturkan sesajen sehabis memasak) adalah salah satu perwujudan sadhana itu. Kasih Sayang terhadap semua makhluk ciptaannya yang dalam istilah Hindu disebut dengan 'Sarwa Prani Hitangkarah' telah dilaksanakan berabad-abad yang lalu oleh Umat Hindu. Sehingga dengan demikian terciptalah keseimbangan di dunia material ini antara Pencipta dan ciptaan-Nya (Makhluk dan Khalik, Kawula dan Gusti).

Para Pebhakti/Penyembah berusaha memberikan yang terbaik kepada penciptanya. Mengolah 'Rahsa' atau senantiasa melatih rasa ketulusikhlasan melalui 'Yadnya Sesa' adalah jalan termudah yang dilakukan oleh Umat Hindu sehari-hari. Kenapa ? Karena setiap hari manusia membutuhkan makan dan minuman, yang semuanya diolah melalui proses memasak. Rasa bhakti atau kebhaktian itu hanya bisa diperoleh oleh mereka yang memupuk rasa tulus ikhlas secara terus-menerus dan berkesinambungan.

Sajen sederhana yang dihaturkan oleh umat dalam bentuk 'Nasi Kepel di atas daun' merupakan sarana rasa terima kasih atas kemurahan rejeki yang diberikan-Nya setiap hari. Sumber kehidupan itu berasal dari-Nya. Maka dari itu sesajen yang terdiri dari alas daun, sayur dan lauk pauk ditunjukan kepada-Nya lewat Sarwa Prani. Misalnya : di gentong air, di pulu tempat menyimpan beras, di sumur, di dapur, di talenan, di pohon yang dianggap keramat, pada batu-batu besar, di lesung, di setiap yang ada di Merajan, di Sanggar Surya, di lebuh, di natar rumah dan sebagainya.

Setiap keluarga  Hindu di Bali khususnya dan di Indonesia umumnya tidak pernah absen melakukan Yadnya Sesa ini. Meskipun misalnya mereka sedang berpergian (entah itu piknik, berdarma wisata, pergi ke tempat kerja, kemah atau kemping dan lain sebagainya). Karena kebiasaan yang sudah mendarah daging tersebut, meskipun makanan itu bukan berupa nasi, mereka tidak lupa membuat sesajen kecil sederhana dan dihaturkan di tempat mereka berada saat itu. Baik itu berupa jajan, bubur, roti dan lain-lain. Walaupun makanan itu hasil karya sendiri maupun membeli.

Walau bagaimana pun laparnya mereka tidak pernah mendahului menyantap makanan itu sebelum salah satu anggota keluarga selesai menghaturkan sesajen. Entah kenapa! ada perasaan bersalah di hati mereka. Di dalam keluarga Hindu ada kebiasaan setelah menghaturkan sesajen kemudian berdoa. Ada juga yang cukup berdoa saja sebelum makan atau menghaturkan sesajen sambil berdoa (mengucapkan mantra).

Demikianlah sekilas gambaran tentang Yadnya Sesa yang dilakukan sehari-hari oleh umat Hindu. Tentu dalam hal ini ada perbedaan di berbagai tempat sesuai dengan kebiasaan umat yang berdomisili di daerah tertentu. Penulis hanyalah memuat sebagaian kecil dari keberadaan Umat Hindu yang tersebar di seluruh dunia.

Akhirnya kritik dan tegur sapa kami harapkan dari pembaca demi kesempurnaan buku ini. Ibarat sepotong batu bata penulis berusaha menyumbang demi kelancaran pembangunan sebuah tempat suci.


Biografi Penulis

Niken Tambang Raras dilahirkan di Denpasar 22 Mei 1966 sebagai wartawan Karya Bhakti pada tahun 1991-1996. Kemudian terjun dan aktif pada organisasi-organisasi spiritual diantaranya : berkecimpung di Persatuan Ananda Marga dari tahun 1991-1994. Menjadi anggota Yoana Vikas Denpasar di bawah naungan Sai Study Group pada tahun 1995-1997. Selanjutnya mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Paguyuban Peminat Spiritual Bali dari tahun 1996-2001. Selama aktif dibidang organisasi spiritual, aktif pula sebagai wartawan free land di sebuah media masa di Denpasar.

Aktif menulis di Majalah Warta Hindu Darma dari tahun 2000-2001. Kemudian di Majalah Bianglala yang diterbitkan oleh Paguyuban Peminat Spiritual Bali tahun 2001. Sebagai guru tari (honorer) di sekolah-sekolah swasta pada tahun 2001. Kemudian mengajar seni tari di Panti Asuhan Sunya Giri pada tahun 2002 di Denpasar. Selanjutnya kembali aktif menekuni bidang jurnalistik sebagai wartawan di Tabloid Taksu di Denpasar pada tahun 2001-2003. Merintis dan mendirikan Forum Peduli Sesama tahun 2002 di Denpasar.